Percepat Haji dengan Umroh Ramadhan

Ingin naik haji tapi daftar tunggu sudah molor bertahun-tahun ke belakang? Tak perlu gundah. Kan, ada paket umroh Ramadhan dengan biaya murah. Lho, apa hubungannya naik haji dengan umrah Ramadhan, ya?

Mitra haji dan umrah tentu sudah tahu keutamaan dari Bulan ramadhan, bukan? Salah satu di antaranya tercantum dalam hadits berikut.

Dari Abu Hurairah ra bahwa nabi saw bersabda: "Pada malam permulaan bulan Ramadhan dibelenggulah setan-setan dan jin-jin yang nakal, ditutup rapat-rapat pintu-pintu neraka dan tidak ada satu pintu pun yang dibuka serta dibuka pintu-pintu neraka dan tidak ada satu pintu pun yang ditutup, dan penyeru datang menyeru: Wahai orang yang menghendaki kebaikan datanglah kemari dan wahai orang yang menghendaki keburukan berhentilah, dan Allah membebaskan orang dari api neraka dan itu terjadi pada setiap malam bulan Ramadhan. (HR. Turmudzi No. 682)

Bulan Ramadhan memang menjadi ajang bagi kaum beriman untuk beramal saleh dan meningkatkan ibadah kepada Allah swt. Hal itu disebabkan pula karena ganjaran pahala serta pengampunan dari Allah berlipat ganda. Sebagaimana dalam sebuah hadits disebutkan.

Dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi saw bersabda: "Setiap amal anak Adam dilipatgandakan, satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat bahkan tujuh ratus kali lipat. Allah Azza Wa Jalla berfirman: Kecuali puasa maka dia adalah untuk-Ku dan Aku-lah yang akan memberikan balasan baginya, sebab dia meninggalkan syahwat dan makanannya kareana Aku, bagi orang yang berpuasa itu dua kebahagiaan; kebahagiaan pada saat dia berbuka puasa, kebahagiaan pada saat dia bertemu dengan Tuhannya dan sungguh bau mulutnya lebih harum di sisi Allah dari bau kasturi" (HR. Bukhari No. 1904 dan Muslim No. 1151)

Nah, itulah keutamaan Bulan Ramadhan. Lalu, apa hubungannya dengan umrah Ramadhan dan cepat naik haji? Mengapa pula umrah pada Ramadhan, bukankah umrah bisa dilakukan kapan saja? Apalagi pada Bulan Ramadhan kita sedang berkonsentrasi menjalankan ibadah puasa, apa nggak haus dan kecapekan kalau harus umrah ke tanah suci yang panas dan terik?

Begini...Umrah Ramadhan adalah umrah yang dilaksanakan pada Bulan Ramadhan. Pastinya, kita tentu paham akan ganjaran ibadah umrah yang akan diganjar berkali lipat, bukan?

Ganjarannya, umrah yang kita lakukan memiliki nilai yang sama seperti naik haji bersama Rasulullah saw. Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra bahwa sesungguhnya Nabi saw bersabda kepada seorang wanita dari kalangan Anshar yang bernama Ummu Sinan: Apakah yang menyebabkan kamu tidak berhaji bersama kita, wanita itu menjawab: Aku tidak bisa ikut menunaikan haji karena adanya kebun yang dimiliki oleh Abi fulan, yaitu suaminya. Di mana suamiku berhaji bersama salah seorang putranya dengan biaya dari kebun tersebut, sementara yang lain diurus oleh anak kami. Maka Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya berumrah pada bulan Ramadhan sama dengan haji atau berhaji bersamaku". (HR. Bukhari No. 1782 dan Muslim No. 1256)

Dengan Umroh Ramadhan, kewajiban melaksanakan kewajiban umrah minimal satu kali seumur hidup berarti sudah terpenuhi. Selanjutnya, umrah yang kita lakukan bernilai seperti ibadah haji. Dan...inilah yang menjadi kunci kita untuk mempercepat ibadah haji: berdoa di bulan ramadhan dan di depan tempat-tempat mustajab!

Keutamaan doa dan berdoa di Bulan Ramadhan

Berdoa adalah perintah dari Allah swt. Oleh karena manusia memiliki banyak keterbatasan, Allah swt memerintahkan makhluk ciptaannya untuk memohon dan meminta kepada Allah swt lewat doa-doanya.



“Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina-dina’.” (TQS. Al-Mukmin[40]: 60)



Allah swt tentu saja mendengar doa setiap hamba-Nya. Termasuk doa yang kita lakukan agar Allah memperkenankan kita agar bisa menyegerakan ibadah haji. Seringkali, ada sebuah kejadian yang tidak bisa dinalar oleh manusia, tetapi sangat mungkin terjadi bila Allah swt berkehendak. Sebagaimana contoh bagaimana Ust. Yusuf mansur naik haji, justru ketika waktu pendaftaran telah habis. Jika Allah berkehendak, Kun fa yakun!



Nah, kaitannya dengan Bulan Ramadhan, terdapat salah satu keistimewaan dalam doa kita. Hal ini sebagaimana disampaikan dalam sebuah hadits.

‘”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi” (HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi)

Dari Abi Sa'id Al-Khudri ra bahwa Nabi saw bersabda: "Sesungguhnya Allah membebaskan hambanya dari api neraka pada setiap malam bulan Ramadhan dan bagi setiap muslim pada setiap hari dan malam memiliki do'a yang diterima jika dia berdo'a". (Kasyful Astar: 962 dan dishahihkan oleh Al-Bani di dalam kitab shahih Attargib wat Tarhib)



Tempat mustajab di tanah suci untuk berdoa

Nah, mitra haji dan umrah, kita sudah mengetahui keutamaan atau keistimewaan doa bagi orang yang berpuasa, bukan? Akan lebih dahsyat lagi kekuatan doa itu bila dilakukan di tempat-tempat mustajab. Inilah urgensi penting dari inti tulisan tentang mempercepat haji dengan umrah ramadhan ini.

Saat berada di tanah suci, terdapat beberapa tempat yang dianggap mustajab untuk berdoa. Salah satunya adalah Multazam, yaitu area dinding ka’bah yang terletak antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah berjarak kurang lebih 2 meter. Area ini disebut Multazam karena dilazimkan bagi setiap muslim untuk berdoa di tempat itu.

Diriwayatkan Abu Daud bahwa Abdurahman bin abu Shafwan berkata, ”Saat Rasulullah saw menaklukan kota Makkah, aku keluar dan melihat Rasulullah saw dan para sahabat keluar dari Ka’bah. Mereka menyentuh sudut dari pintu Ka’bah sampai ke Hathim (sudut hijir Ismail), menempelkan pipi mereka ke Ka’bah dan Rasulullah saw di tengah-tengah mereka.”

Selain di Multazam atau Ka’bah, terdapat beberapa tempat mustajab lainnya untuk berdoa. Tentang tempat-tempat tersebut bisa dilihat pada artikel “Tempat-tempat Mustajab di Makkah - Madinah”. Selamat mengikuti. (RA)

0 komentar:

Poskan Komentar